Jadi Keynote Speaker di Seminar Nasional Olahraga Daring, Menpora Paparkan Protokol Kegiatan Keolahragaan Menuju Tatanan Normal Baru

Jakarta, 15/06/2020

Menpora Zainudin Amali pada Hari Senin, tangal 15 Juni 2020 pagi menjadi Keynote Speaker pada acara Seminar Nasional Olahraga Daring (SEMANGAD) Video Conference dengan tema “Protokol Kesehatan dalam Pembelajaran Penjas & Olahraga di Tengah Pandemi Covid-19”. Pada acara tersebut Menpora menjelaskan bagaimana pelaksanaan Protokol Kegiatan Keolahragaan Dalam Menuju Tatanan Normal Baru. 

Menpora mengatakan Kemenpora sekarang ini sudah mengeluarkan protokol kegiatan keolahragaan yang dibagi dalam tiga kategori. Kategori pertama yakni untuk kegiatan Pelatihan Nasional (Pelatnas), Pelatihan Daerah (Pelatda)/ Pelatprov, Pelatihan Kabupaten (Pelatkab) atau Pelatihan Kota (Pelatkot), latihan klub. Kedua yakni kategori kegiatan Kejuaraan, Event, Kompetisi atau Turnamen. Dan yang ketiga yakni, Kegiatan Olahraga Rekreasi atau Olahraga Masyarakat. 

“Ketiga kategori itu sudah kami terbitkan dan semuanya harus dipatuhi oleh semua stakeholder olahraga di Indonesia. Sementara untuk bidang pendidikan jasmani, Kemenpora masih akan berkoordinasi dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengeluarkannya, karena sekarang ini masih belum ada kepastian waktu kapan sekolah sudah dimulai. Insyallah akan menyusul,” kata Menpora. 

Menteri Kelahiran Gorontalo ini juga menjelaskan bagaimana pelaksanaan Protokol Kegiatan Olahraga secara rinci sesuai dengan yang diterbitkan oleh Kemenpora. Misalnya untuk Kegiatan Olahraga Rekreasi atau Masyarakat yang sekarang ini sudah mulai marak dilakukan, salah satunya adalah Pusat Komunitas dan Pusat kebugaran yang dilakukan di dalam maupun di luar ruangan, serta area bermain dapat dibuka dengan tingkat kehadiran maksimal 10 pengunjung pada satu waktu dan tempat tertentu dengan mengikuti protokol kesehatan. 

“Intinya pemerintah dalam hal ini Kemenpora sudah mengeluarkan protokol kegiatan keolahragaan yang berdasarkan protokol covid-19. Kuncinya agar semua ini berjalan dengan baik dan maksimal harus ada kedisiplinan semua masyrakat. Jika semua disiplin dalam menjalankanya, insyallah masa-masa sulit untuk olahraga di masa pandemi covid-19 berakhir,” tambahnya. (amr)                

Sumber : www.kemenpora.go.id

RAKOR ADMIN PPID PEMBANTU MENUJU PEMERINGKATAN KETERBUKAAN INFORMASI TINGKAT JAWA TENGAH

Demak, 15/06/2020

Sobat Pemuda dan Olahraga,

Untuk mempersiapkan Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Publik Tingkat Jawa Tengah 2020, Dinkominfo Kabupaten Demak melaksanakan Rapat Koordinasi dengan admin PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) di seluruh OPD di Kabupaten Demak.

Acara dilaksanakan pada Hari Senin, tanggal 15 Juni 2020 bertempat di Ruang Pertemuan Dinkominfo Kabupaten Demak dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan. Acara dipimpin oleh Kepala Dinkominfo Kabupaten Demak (Dra. Endah Cahya Rini, MM) dan didampingi oleh Kabid Komunikasi dan Statistik (Agus Pramono, SH., MM) Kasi Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi (Rudyanto, S.Sos).

Kepala Dinkominfo berpesan agar seluruh admin PPID di masing-masing OPD hingga akhir Juni ini segera mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan dalam rangka mempersiapkan pemeringkatan.

“Mari kita bersama-sama bersinergi agar Pemkab Demak dapat meraih hasil yang memuaskan dalam Pemeringkatan KI tahun ini”. tutup beliau

SEKRETARIAT

Ngobrol Online Bareng Menpora, Jojo Cerita Perjalanan Masa Kecil dan Dunia Bisnis Clothing

Jakarta, 13/06/2020

Melalui akun Instagram Kemenpora, Menpora Zainudin Amali pada Hari Sabtu, tanggal 13 Juni 2020 sore ngobrol online bareng pebulutangkis Indonesia Jonatan Christie di rumah dinas kompleks Widya Chandra III, Jakarta. Kepada Menpora, Jojo-panggilan akrab Jonatan Christie- banyak bercerita pengalaman masa kecil hingga dunia bisnis yang dia geluti sekarang. 

“Sore hari ini kita akan bincang dengan Jonatan Christie yang biasa di panggil Jojo. Jojo adalah pemain tinggul putra tim Indonesia dari cabang bulutangkis. Dan saya kira semua yang nonton saat pertandingan Tim Indonesia dengan negara lain, pasti menunggu aksi Jojo di lapangan. Untuk mengobati kerinduan itu, kita berbincang santai bersama Jojo, ” ujar Menpora.

Menpora sempat menanyakan kabar ke Jojo, yang dijawab, “Baik Pak, apa kabar Pak”. Selanjutnya, Menpora pun meminta Jojo untuk bercerita awalnya suka bulutangkis. “Jo, cerita donk, awal suka dengan cabang bulutangkis?,” tanya Menpora. 

Mendapat pertanyaan tersebut, Jonatan pun mengaku dikenalkan bulutangkis oleh ayahnya sejak kecil. Ia mulai bermain bulutangkis ketika usianya menginjak 6 tahun. Sejak itulah, ia mulai serius menekuni bulutangkis. Baik mengikuti di sekolah maupun di luar sekolah. Jonatan juga berlatih di klub Taurus. Hasil latihan yang keras, ia memperoleh sejumlah piala dari berbagai turnamen. 

“Saya memulai karir diumur 6 tahun. Pertama kali bermain bulutangkis pada saat kelas 1 SD. Pada saat saya menginjak bangku dasar, setiap anak diwajibkan untuk memilih satu cabang ekstrakurikuler. Diantaranya adalah bulu tangkis, basket dan sepak bola. Karena ayah saya tidak ingin kulit saya menjadi hitam, ayah menyuruh saya untuk mengikuti ekstrakurikuler bulutangkis,” jawab Jojo. 

“Sejak saat itu, saya aktif mengikuti lomba bulutangkis antar sekolah dan unggul di setiap permainan, akhirnya orang tua saya mendaftarkannya di sebuah klub bulu tangkis yaitu PB Tangkas Specs. Dari situ, saya mulai banyak memenangkan kejuaraan regional dan nasional,” tambah Jojo. 

 Di luar dunia bulutangkis, Jojo pun mulai menggeluti dunia usaha clothing. “Jadi saya sempat berpikir bahwa kita tidak selama ada di satu bidang. Contoh saya tidak mungkin berada selamanya di bulutangkis. Saya harus punya rencana ke depan apa yang bisa saya lakukan kedepannya, mungkin salah satunya dari bisnis, bisnis clothing. Bisnis clothing itu  bisnis yang mengacu pada usaha menciptakan sebuah brand fashion,” ucap Jojo. 

“Merek dagang Satoe-Noesa, ini maknanya apa? ” tanya Menpora lagi. “Satoe-Noesa adalah nama perusahaan. Dengan nama Satoe-Noesa, kita ingin mengangkat tema  Indonesia. Jadi kita ingin menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia punya suatu hal yang sangat luar biasa melalui kaos,” jawab Jojo lagi. 

Di akhir perbincangan, Menpora meminta Jojo untuk memberikan pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia, terkait memasuki era norma baru.”Terakhir, Jo, terkait memasuki era normal baru ini pesan apa yang akan Jojo sampaikan pada masyarakat?,” tutur Menpora.

“Pesan dari saya kepada masyarakat, tetap ikuti aturan dari pemerintah untuk selalu jaga jarak dan selalu pakai masker saat keluar. Dan pastinya jaga kesehatan, tetap berolahraga dan jaga kebersihan. Untuk para atlet tetap jaga kondisi, karena kita sebagai seorang atlet beberapa hari tidak beraktivitas atau latihan pasti langsung drop. Untuk itu kita sebagai atlet tetap latihan walaupun tidak terlalu berat agar tetap terjaga staminanya,” pesan Jojo. (rep)

Sumber : http://www.kemenpora.go.id

Apresiasi Kejurnas Cricket, Menpora Pesan Atlet Terapkan Protokol Kesehatan

Jakarta, 12/06/2020

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali secara resmi membuka kejuaraan nasional (kejurnas) cricket secara virtual di Situasion Room, Kemenpora, pada Hari Jumat/tanggal 12 Juni 2020 malam. Pada kesempatan ini, Menpora berpesan kepada atlet untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.  

“Yang saya hormati, pengurus cricket, ini sangat luar biasa ya. Saya mengapresiasi kejurnas yang dilakukan nanti. Tentu kami berterima kasih tentang apa yang dilakukan pengurus cricket Indonesia. Ditengah pandemi Corona ini, pengurus mampu berkreasi dan punya kreativitas,” kata Menpora. 

Kepada atlet dan pengurus cricket, Menpora berpesan agar protokol kesehatan tetap dilaksanakan dengan baik. Selain itu, menteri asal Gorontalo ini juga mengajak pengurus cricket untuk menyambut era new normal nantinya. “Pandemi ini masih berlangsung di negeri kita. Tapi itu tidak menghalangi kita untuk berkreativitas. Mari kita songsong era new normal. Cricket juga harus sambut itu. Apa yang kita lakukan, saya berpesan untuk perhatikan protokol kesehatan. Jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir, dan lain sebagainya,” terang Menpora. 

 Jika protokol kesehatan dilakukan dengan disiplin, Menpora yakin masyarakat bisa beraktivitas dan produktif ditengah pandemi. Saat ini, protokol dibidang keolahragaan terus dikoordinasikan dengan kementerian terkait serta Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. “Protokol dilakukan dengan disiplin, kita yakin bisa beraktivitas dan produktif ditengah pandemi. Maka itu, upaya cabang olahraga melakukan kegiatan seperti ini sangat didukung. Pasti protokol untuk sepak bola dengan bulu tangkis itu beda, juga halnya dengan cricket,” ujar Menpora. 

Lebih lanjut Menpora juga memotivasi atlet cricket untuk tampil baik disetiap kejuaraan. Apalagi, akan ada Pekan Olahraga nasional (PON) 2021 di Papua. Menpora pun memuji venue cricket yang ada disana. “Saya harap cricket Indonesia tetap memperhatikan protokol kesehatan. Untuk pengurus yang di daerah, beruntung punya venue yang sangat bagus di Papua. Ketua umum pasti nantinya punya rencana yang akan datang untuk membuat pertandingan disana. Bagi yang penasaran dengan lapangan yang bagus itu, persiapkan diri (berlatih),” jelas Menpora. 

“Nah, harus tetap semangat dengan kondisi yang sekarang. Kita lakukan aktivitas dengan perhatikan protokol, jangan takut, dan harus waspada. Harus optimis. Sukses dan selamat melakukan kejuaraan online, semoga bisa bersinergi terus dan menghasilkan atlet yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama bangsa,” tambah Menpora.  

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Cricket Indonesia (PCI), Azis Syamsuddin menyambut baik dukungan dan apresiasi dari Menpora. “Mudah-mudahan kondisi kedepannya kita tetap semangat dan membangun olahraga untuk lebih berprestasi. Apabila ada hal yang kurang berkenan, kami mohon maaf. Kami ucapkan terima kasih, dan atlet-atlet tetap semangat mengikutinya,” kata Azis. 

Kejurnas cricket online berlangsung pada 12-29 Juni 2020. Pesan yang ingin disampaikan dalam kejuaraan ini yakni untuk saling menjaga kesehatan ditengah pandemi. Adapun peserta dibagi dengan beberapa kategori. Untuk kategori Mix diikuti dari wakil: NTT, Bali, Kaltim, Sumbar, dan Jatim. Kategori putra diikuti: Jawa Barat, Bali, Lampung, NTT, NTB, Banten, Jatim, Kaltim, Sumbar. Sementara, untuk kategori putri: Bali, Kaltim, Banten, Jatim, Jawa Barat, dan Sumbar.

Sumber : www.kemenpora.go.id

Soal Protokol Olahraga di Era New Normal, Menpora Terus Koordinasi dengan Tim Gugus Tugas Covid-19

Jakarta, 12/06/2020

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menjadi narasumber pada acara bertemakan ‘Nasib Event Olahraga di Era The New Normal’. Kegiatan yang diselenggarakan secara virtual ini disampaikan langsung Menpora di Situation Room, Kemenpora, pada Hari Jumat/tanggal 12 Juni 2020. 

Acara yang dipandu oleh wartawan senior Rakyat Merdeka, Budi Rahman Hakim ini, Menpora menyampaikan, berbagai sektor terkena dampak dari pandemi Covid-19, termasuk kegiatan olahraga. Oleh karena itu, Menpora bersama jajaran dan pihak terkait lainnya terus menyiapkan protokol kesehatan. Ini nantinya diharap bisa diikuti oleh atlet, pelatih, ofisial, serta masyarakat secara luas. 

 “Pandemi ini sangat berdampak, seperti dampak pariwisata. Karena berbagai event berbasis sport tourism tidak bisa berjalan. Dampak ekonomi kerakyatan, dampak sosial dan kesehatan, serta dampak bagi olahraga,” kata Menpora. 

Menpora mencontohkan, kompetisi sepak bola yang terhenti untuk sementara waktu tak hanya berdampak pada klub, atlet, maupun ofisial saja. Tapi, ini berdampak juga dengan pedagang yang berjualan diseputaran stadion, petugas parkir, hingga berbagai elemen lainnya. 

Tak hanya itu, sejumlah kompetisi profesional lainnya seperti basket maupun voli juga demikian. “Terpaksa kompetisi olahraga profesional untuk sementara waktu dihentikan. Belum lagi kejuaraan-kejuaraan amatir lainnya, itu juga terdampak. Kemudian, juga ada olahraga masyarakat,” terang Menpora. 

Lebih lanjut, menteri asal Gorontalo ini menjelaskan, para atlet nasional kini berlatih secara mandiri ditengah pandemi. Mereka melakukannya untuk menjaga kebugaran. Meski diakui ini tidak berjalan dengan baik untuk tujuan prestasi. Apalagi, nantinya sejumlah kejuaraan akan dihadapi. Sejauh ini, rumusan protokol dibidang keolahragaan terus dikoordinasikan dengan kementerian terkait dan juga Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. 

“Kemenpora terus mempersiapkan protokol untuk dibidang keolahragaan serta kepemudaan. Kita siapkan itu, dan koordinasi dengan kementerian terkait dan Tim Gugus Tugas,” ujar Menpora.  

Kemudian, dalam kesempatan ini juga, Menpora menyampaikan berbagai agenda event olahraga pada 2021 mendatang. Ada Piala Dunia FIFA U-20, Olimpiade, SEA Games, hingga PON di Papua. Menpora optimis atlet tanah air bisa menunjukkan prestasinya. “Ditengah pandemi ini, kami mengimbau masyarakat agar bisa terus berolahraga saat stay at home. Bahkan, kami membuat lomba senam stay at home. Pesertanya ada dari dalam dan luar negeri. Ini tentunya sangat mudah untuk diikuti dan dipahami,” kata Menpora.  

Hal yang sama juga dikatakan Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta saat mengikuti acara ini. Kata Deputi Isnanta, teknis protokol dibidang keolahragaan terus dikoordinasikan dan dimatangkan dengan kementerian terkait. Rumusan itu, disebutnya merupakan hasil pemikiran bersama. “Ya, itu adalah masukan bersama (teknis protokol kesehatan). Intinya, tetap jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, serta jangan berkerumun. Dan untuk detilnya, akan ada nanti,” jelas Deputi Isnanta. Ikut hadir juga dalam acara ini yaitu, Staf Khusus Bidang Pengembangan dan Prestasi Olahraga, Mahfudin Nigara.

Sumber : http://www.kemenpora.go.id

JAGA IMUN TUBUH DENGAN BEROLAHRAGA BERSAMA DINPORA DEMAK

Demak, 12/06/2020

Sobat Pemuda dan Olahraga,

Untuk kesehatan dan menjaga imun tubuh maka DINPORA Demak melakukan senam bersama pada Hari Jum’at, tanggal 12 Juni 2020 bertempat di Halaman DINPORA Demak dengan mengajak seluruh pejabat Struktural mulai dari Sekretaris Dinas, Kabid, Kasi, Kasubbag, serta seluruh pegawai ASN dan Non-ASN DINPORA Demak.

Kegiatan senam bersama dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, merefreshkan pikiran sehingga imun tubuh tidak turun meski Kabupaten Demak masih dalam kondisi pandemi wabah virus Covid (Corona). Dengan menjalankan protokol kesehatan seperti mencuci tangan sebelum memulai aktivitas, memakai hansanetizer, memakai masker dan menjaga jarak.

“Senam sehat bersama DINPORA Demak Watch Video”

Setelah melakukan senam bersama, pegawai DINPORA Demak memainkan permainan Bola Voli di Halaman Aula DINPORA Demak dengan sistem penilaian skore dan sitem tiga kali kemenangan, semoga pandemi ini segera berakhir supaya kita semua dapat melakukan aktivitas seperti biasanya. #bersamalawancorona

“Serunya berolahraga dengan memainkan permainan Bola Voli Watch Videos”

“JAGA KESEHATAN DENGAN MENERAPKAN POLA HIDUP BERSIH UNTUK DIRI KITA SENDIRI DAN LINGKUNGAN SEKITAR”

SEKRETARIAT

Menpora Ingin FKPPI Berkolaborasi Membentuk Pemuda di Bidang Wirausaha

Jakarta, 10/06/2020

Menpora Zainudin Amali menyambut baik kolaborasi yang akan dijalin antara FKPPI (Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI-Polri) bersama dengan Kemenpora. Kolaborasi ini akan didorong terkait kewirausahaan pemuda. 

Menurut Menpora, pemerintah sangat mengapresiasi upaya positif masyarakat dan kelompok masyarakat termasuk dari FKPPI ini yang akan bekerjasama dengan pemerintah di bidang kewirausahaan pemuda. “Kami membuat program prioritas agar para pemuda kita memiliki minat untuk berwirausaha yang menjadi basisnya yang kuat untuk bisa mandiri memenuhi kehidupannya, keluarga dan lingkungannya sehingga bisa melebarkan jalannya ke berbagai aspek,” kata Menpora saat menerima audiensi secara virtual PP HIPWI FKPPI di Kantor Kemenpora, pada Hari Rabu/tanggal 6 Juni 2020 siang. 

Pihaknya memandang penting program seperti ini karena Indonesia akan menghadapi bonus demografi. “Kami memandang ini penting karena kita akan menghadapi tantangan lainnya untuk bangsa seperti bonus demografi maka anak-anak muda kita harus didorong untuk bisa mandiri berwirausaha sendiri,” tegas Menpora. 

Menpora berharap banyak diskusi membicarakan soal kewirausahaan di kalangan pemuda dan siap berkolaborasi dengan FKPPI. “Kami menyambut baik peran aktif dari teman-teman FKPPI, saya kira kita akan bisa berkolaborasi sepanjang yang bisa kita lakukan bersama karena Kemenpora juga bukan kementerian besar jadi ada keterbatasannya,” jelasnya. 

Ketua HIPWI (Himpunan Pengusaha dan Wiraswasta) FKPPI Toro Sudarmadi berharap HIPMI dapat menjadi wadah wirausaha, pengusaha dan wiraswasta FKPPI terlebih nantinya bekerjasama dengan Kemenpora. “Kami ingin HIPMI menjadi wadah wirausaha dan bisa menularkan jiwa kewirausahaan untuk mencetak generasi muda menuju wirausaha yang tangguh dan berjiwa kebangsaan,” ujarnya. 

“Kami melihat ada program-program Kemenpora yang bisa dikolaborasikan terlebih cabang HIPWI ini ada di 33 provinsi di Indonesia dengan berbagai potensi yang ingin kami dikembangkan bersama dengan pemerintah,” harapnya. 

Turut mendampingi Menpora dalam video conference ini Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Niam Sholeh, Staf Khusus Menpora Venno T serta hadir Dewan Penasehat FKPPI Eddy Kuntadi, Sekjen HIPWI Satria, Ketua Generasi Muda FKPPI Shandy Mandela. (ben)

Sumber : www.kemenpora.go.id

Sosialisasi Permenpora No.1 Tahun 2020, Kemenpora Nilai Pelatih Jadi Tulang Punggung Pembinaan Atlet Nasional

Jakarta, 10/06/2020

Plt. Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Chandra Bhakti menilai para pelatih menjadi tulang punggung dalam pembinaan atlet olahraga nasional. Hal itu ia sampaikan saat membuka Sosialisasi Permenpora No.1 Tahun 2020 secara virtual di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta. 

Menurutnya, secara nasional minimal kebutuhan pelatih yang memiliki sertifikasi pendidikan sarjana olahraga adalah 30%, saat ini jumlah itu jauh belum tercapai. “Saat ini para pelatih olahraga yang memiliki latar belakang pendidikan sarjana olahraga hanya 21% padahal kebutuhan minimal yang diperlukan adalah 30%,” ucap Chandra, pada Hari Rabu/tanggal 10 Juni 2020 pagi.  

Sosialisasi Permenpora No.1 Tahun 2020 ini terkait tentang Pelaksanaan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Fungsional Pelatih Olahraga dan Jabatan Fungsional Asisten Pelatih Olahraga melalui Penyesuaian/Inpassing. “Kemenpora saat ini salah satu program prioritasnya terutama dalam bidang peningkatan prestasi olahraga pembinaan usia dini adalah dengan meningkatkan sertifikasi pelatih olahraga,” tambahnya. 

Meskipun melalui sosialisasi jarak jauh yang diikuti Kadispora Provinsi dan Kepala BKD seluruh Provinsi di Indonesia, Chandra Bhakti berharap semua stakeholder Kemenpora dapat bersinergi dan melaksanakan amanah yang tertuang dalam peraturan itu dengan baik. “Dengan pengaturan Permenpora No.1 Tahun 2020 ini akan dilihat secara keseluruh bagaimana latar belakang pendidikannya para atlet, bagaimana latar belakang kemampuan yang dimiliki, maupun pengalamannya,” tuturnya.

“Kedepan para pelatih olahraga menjadi tulang punggung dalam pembinaan para atlet, apa yang dilakukan saat ini memiliki nilai yang strategis dan sangat penting dalam memajukan olahraga secara keseluruhan,” ia menambahkan. “Semoga sosialisasi ini memberikan kemanfaatan yang besar, forum ini selain juga menjadi forum silaturahmi antar kita yang sedang memasuki tatanan Normal Baru juga meiliki harapan agar peningkatan prestasi olahraga nasional menjadi kebanggaan bangsa dan negara,” harapnya.

Pembentukan Jabatan Fungsional Pelatih Olahraga dan Jabatan Fungsional Asisten Pelatih Olahraga yang tertuang dalam PermenpanRB Nomor 40 Tahun 2014 dan PermenpanRB Nomor 41 Tahun 2014 menjadi acuan Kemenpora dalam menyusun Permenpora No.1 Tahun 2020. 

Turut hadir mendampingi Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Esa Sukmawijaya, Sekretaris Deputi Kemenpora Marheni Dyah Kusumawati, Kepala Biro Humas dan Hukum Kemenpora Sanusi, Asdep SDM Standarisasi dan Kompetensi KemenpanRB serta para narasumber Prof. Hari A. Rachman dan Dr. M. Hamid Anwar. (ben)

Sumber : www.kemenpora.go.id

Menpora Segera Terbitkan Protokol Keolahragaan Tatanan Normal Baru

Jakarta, 05/06/2020

Menpora Zainudin Amali menjadi narasumber di acara Webinar Keolahragaan dengan tema PON dan Prestasi Olahraga di Era Pandemi Covid- 19, secara virtual yang dilakukan di Situation Room Lantai 9 Graha Pemuda, Senayan, Jakarta Pusat, pada Hari Jumat/tanggal 5 Juni 2020. Webinar yang di inisiasi oleh oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa) diikuti sekitar 5000 lebih peserta. 

“Pendemi Covid -19 dampaknya sangat luar biasa pada kegiatan-kegiatan olahraga. Dampak yang paling kelihatan terjadi pada bidang pariwisata. Pada pariwisata, berbagai even berbasis sport tourism tidak berjalan. Selanjutnya, berdampak pada bidang ekonomi kerakyatan. Kita tahu ada beberapa kegiatan olahraga terhenti seperti liga sepakbola, IBL, Pro Liga dan even lainnya. Dan yang tergantung hidupnya secara ekonomi di sini (kegiatan olahraga) bukan saja pemain dan pelatih tapi juga pedagang-pedagang yang berjualan setiap ada kegiatan olahraga,” ujar Menpora memulai paparanya. 

Berikutnya, masih katanya, dampak sosial dan kesehatan, dengan adanya pandemi ini kita menganjurkan untuk stay at home (kegiatan di rumah), dan ini tentu sangat berpengaruh terhadap penampilan performace atlet. Sedangkan dampak bagi olahraga itu sendiri yang sudah jelas performace atlet penurun dan even olahraga tidak berjalan serta olahraga masyarakat berhenti semuanya.

Sebagaimana pendapat para ahli dan pengalaman situasi menghadapi wabah penyakit bahwa pandemi Covid-19 tidak akan seratus persen hilang. Oleh karena itu, pemerintah akan menerbitkan protokol keolahragaan tatanan normal baru.

“Pemerintah akan segara menerbitkan protokol bagi para atlet, agar bisa kembali mengelar latihan maupun melanjutkan kompetisi olahraga nasional. Untuk rumusan protokol keolahragaa akan dikoordinasikan dengan Kemenko PMK, Kemenkes, dan Gugus tugas Covid-19. Konsep protokol olahraga tatanan norma baru ini yaitu pemusatan latihan yang meliputi latihan mandiri dengan virtual atau latihan terisolasi dengan pembatasan ketat merujuk pada protokol keolahragaaan tatanan norma baru,” jelasnya. 

Hal lain yang dikatakan Menpora mengenai kebijakan penyelenggaraan PON XX Papua. Menurutnya, penyelenggaraan PON XX di Papua dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2021, sesuai dengan Kepres pada ratas kebinet tanggal 23 April 2020 dengan misi sukses prestasi, penyelenggraan, pemberdayaan ekonomi dan administrasi.

“Venues pertandingan dan sosialisasi serta promosi penyelenggaraan PON XX Papua tetap dilakukan dengan menjalankan protokol penanganan dan pencegahan Covid-19. Pemeritah juga tetap mengalokasikan dukungan anggaran APBN penyelenggaraan PON XX di Papua. Pemusatan latihan atlet di daerah dapat dilaksanakan secara mandiri melalui virtual atau berdasarkan protokol keolahragan tatanan norma baru,” tutupnya. (rep)

Sumber : www.kemenpora.go.id

Diskusi Online dengan P2N, Menpora Harap Anak Muda Nahdliyin Kreatif, Inovatif dan Tangguh Menjadi Seorang Wirausaha

Jakarta, 03/06/2020

Menpora Zainudin Amali memberikan apresiasi kepada Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N) yang menggelar Diskusi Publik secara Online dengan tema “Milenial Entreprenuer Berkarakter”, Pada Hari Rabu/tanggal 3 Juni 2020 pagi. Hasil acara ini menurutnya harus diwujudkan secara konkret agar anak muda Indonesia khusunya untuk Nahdliyin berani menjadi wirausaha muda yang tangguh.

Pada pengantarnya, Menpora mengatakan bahwa Kemenpora khususnya di bidang pemuda memiliki program-program yang harus terus disinergikan dengan semua kalangan. “Kita menyambut baik dengan banyaknya anak-anak muda yang terjuan sebagai pengusaha untuk mendukung kemajuan bangsa Indonesia. Oleh karenanya acara ini harus benar-benar diaplikasikan dengan baik,” kata Menpora.   

“Saya juga berharap NU dengan P2N bisa mempelopori langkah-langkah konkret untuk pengembangan ekonomi umat. karena kita tahu tugas NU salah satunya yang menurut saya penting adalah mendorong ekonomi umat, oleh karena itu saya senang dengan adanya P2NU NU ini. Kamu muda sekarang ini rata-rata sangat kreatif dan inovatif yang mana saat bonus demografi mereka inilah yang akan menjadi tumpuan bangsa ini,” tambahnya

“Kami di Kemenpora punya program prioritas yang salah satunya mendorong pemuda kita menjadi yang kreatif, inovatif, mandiri dan berdaya saing. Khususnya untuk mereka yang bergerak dibidang usaha, ini yang menurut saya menjadi konsentrasi di Kemenpora. Jadi kita mendorong anak muda kita menjadi anak muda yang memiliki karakter,”ujarnya. 

“Acara ini bagus untuk mempersiapkan kaum milenial kita, karena persaingan ke depan sangat ketat dan luar biasa. Baik dari dalam negeri atau luar negeri. Kita Kemenpora ingin mempersiapkan betul anak muda, apalagi perkembangan dunia usaha sendiri sangat luar biasa. Kemampuan anak milenial di ekonomi kreatif harus terwadahi dengan baik, khususnya di kalangan anak muda nahdliyin,” harap Menpora. Acara ini juga dikuti oleh Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Niam, Ketua PBNU Bidang Ekonomi Umar Syah Hasan, Ketua Umum P2N Witjaksono dan Sekjen P2N Choirul Soleh Rasyid (amr)               

Sumber : www.kemenpora.go.id